Dinamika Pelestarian Kitab Kuning di Tengah Digitalisasi Pendidikan Islam

Authors

  • Zuyyina Alfi Hasanah Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta
  • Rizqy Robiatul Adawiyah
  • Muh Isa Ansori

Keywords:

Kitab Kuning, Digitalisasi, Pendidikan Islam

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren. Di tengah perubahan tersebut, kitab kuning sebagai sumber utama pembelajaran keislaman tetap menjadi identitas dan warisan intelektual pesantren yang perlu dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dinamika pelestarian kitab kuning di tengah digitalisasi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui analisis terhadap berbagai literatur ilmiah berupa jurnal nasional, buku, dan artikel ilmiah yang relevan terbit pada tahun 2021–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan dua dampak yang saling berkaitan. Di satu sisi, teknologi digital memperluas akses terhadap kitab kuning melalui kitab digital, aplikasi, dan media pembelajaran daring sehingga memperkuat penyebaran ilmu keislaman. Di sisi lain, digitalisasi menghadirkan tantangan berupa berkurangnya intensitas interaksi langsung antara kiai dan santri, potensi melemahnya tradisi sanad keilmuan, serta kecenderungan pembelajaran yang bersifat instan. Oleh karena itu, pelestarian kitab kuning memerlukan strategi integratif dengan memadukan metode pembelajaran tradisional pesantren dan pemanfaatan teknologi digital secara proporsional agar nilai-nilai keilmuan Islam klasik tetap terjaga sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

 

References

Abraar, M. (2025). Digitalisasi kitab kuning: Analisis dampak aplikasi fikih digital terhadap otoritas keilmuan pesantren. AN-NUR: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 1(2), 182–196. https://doi.org/10.65802/an-nur.v1i2.44

Abraar, M. (2025). Transformasi pembelajaran kitab kuning di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 11(1), 45–61.

Al-Attas, S. M. N. (1991). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. International Institute of Islamic Thought and Civilization.

Azzulfa, F. A., Tsani, W. L., & Suryani, I. K. (2024). Eksistensi kajian kitab kuning di era digital (Studi pada Pondok Pesantren Riyadlusharfi Walmantiq di Kabupaten Pangandaran). Jurnal Ilmiah Al-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner, 9(2), 167–182. https://doi.org/10.30603/jiaj.v9i2.3641

Azzulfa, N., Hidayat, A., & Fathurrahman, M. (2024). Digitalisasi pembelajaran kitab kuning di pesantren: Peluang dan tantangan. Jurnal Pendidikan Agama Islam, 21(2), 145–160.

Faisal Musa, & Marwah. (2025). Transmisi nilai dan keilmuan kitab kuning di era digital: Studi etnopedagogi pada pesantren tradisional dan modern di Tapanuli. Jurnal Studi Pesantren, 5(2), 135–146. https://doi.org/10.35897/studipesantren.v5i2.1864

Hasan, I., & Anshory, I. (2024). Kitab kuning dan pesantren: Peran MA Baitussalam melestarikan warisan intelektual. TSAQOFAH, 4(2), 986–1000. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i2.2444

Istiqomah, N., Nadhiroh, W., Zulaichah, S., & Amnesti, S. K. W. (2025). Digitalisasi pengajian kitab kuning di Pondok Pesantren As-Sa'idiyyah 2 Bahrul Ulum Tambak Beras Jombang. Jurnal Lektur Keagamaan, 23(1).

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2024). Bangun infrastruktur digital pesantren, Kemenag digitalisasi kitab kuning. Kementerian Agama RI.

Mamlu'ah, A., Rohmawati, U. B., Fauziyah, R., & Jalil, A. (2024). Pendampingan digitalisasi pesantren dalam melestarikan khazanah Nusantara dan keislaman melalui Pegon Keyboard Virtual dan Rumah Kitab. Jurnal SOLMA, 13(3), 2618–2625.

Mamlu'ah, S., Hasanah, U., & Ridwan, A. (2024). Digital preservation of Islamic manuscripts in Indonesian pesantren. Heritage Science, 12(1), 1–15. https://doi.org/10.1186/s40494-024-01106-3

Mulyadi, M. (2021). Transformasi pendidikan pesantren di era digital. Jurnal Pendidikan Islam, 10(2), 145–160.

Sahiron. (2022). Studi Islam digital: Metodologi dan etika keilmuan di era siber. UIN Sunan Kalijaga Press.

Saifuddin, M. (2022). Epistemologi pesantren dan tantangan digitalisasi. Islamika: Jurnal Pemikiran Islam, 14(2), 99–117.

Sari, Y., Nuraini, S., Zubaidah, Z., & Suraiya. (2025). Revitalisasi kitab kuning dalam kurikulum pesantren melalui literasi media dan informasi di era globalisasi. Khatulistiwa: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, 5(1), 475–485. https://doi.org/10.55606/khatulistiwa.v5i1.6078

Supriyono, S. (2022). Pesantren, the COVID-19 pandemic and digital transformation: A global development perspective. Muslim Education Review, 1(1), 37–58. https://doi.org/10.56529/mer.v1i1.10

UNESCO. (2003). Charter on the preservation of digital heritage. UNESCO Publishing.

Yusuf, R. (2022). Popularitas vs sanad: Fenomena ustaz digital dalam perspektif pesantren. Jurnal Dakwah Digital, 3(1), 21–34.

Zamzam, A. (2020). Menjaga tradisi di era disrupsi: Tantangan pesantren dalam menyikapi perubahan teknologi. Jurnal Islamika, 17(1), 34–48.

Zed, M. (2022). Metode penelitian kepustakaan (Edisi revisi). Yayasan Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-08-22