Makna Teologis dan Relevansi Hari Raya Liturgi dalam Kehidupan Iman Umat Kristen
Keywords:
Hari Raya Liturgi, Tahun Liturgi, Gereja, Kristus, SpiritualitasAbstract
Hari raya liturgi merupakan bagian penting dalam kehidupan gereja karena melalui perayaan tersebut umat diajak untuk mengingat, menghayati, dan memberitakan karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus. Tahun liturgi memberikan pola perjalanan iman yang menghubungkan berbagai peristiwa penting dalam kehidupan dan karya Kristus, mulai dari masa Adven, Natal, Epifani, Prapaskah, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus, Pentakosta, hingga masa biasa. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian hari raya liturgi, rangkaian perayaannya, makna teologisnya, serta relevansinya bagi kehidupan iman umat Kristen. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa tahun liturgi bukan sekadar susunan kalender gereja atau tradisi tahunan, melainkan sarana untuk membantu umat memusatkan kehidupan kepada Kristus. Pengulangan perayaan dalam tahun liturgi membantu umat mengingat karya keselamatan Allah dan menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman yang benar terhadap hari raya liturgi diperlukan agar perayaan gereja tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi menghasilkan pertumbuhan iman, spiritualitas, persekutuan, dan kesaksian umat.
References
Goleng, M. G., Samdirgawijaya, W., & Lio, Z. D. (2017). Pola pemahaman remaja tentang perayaan ibadat Sabda hari Minggu dan hari raya. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 1(2).
Konferensi Waligereja Indonesia. (2005). Perayaan Paskah dan persiapannya (Seri Dokumen Gerejawi No. 71). Departemen Dokumentasi dan Penerangan KWI.
Konsili Vatikan II. (1963). Sacrosanctum Concilium: Konstitusi tentang liturgi suci.
Manurung, R., & Silitonga, T. S. (2026). Liturgi Epifani sebagai manifestasi kehadiran Kristus: Suatu kajian teologis-liturgis dalam tradisi HKBP. Mitra Sriwijaya: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 7(1), 57–79. https://doi.org/10.46974/ms.v7i1.177
Martasudjita, E. (1999). Pengantar liturgi: Makna, sejarah dan teologi liturgi. Kanisius.
Martasudjita, E. (2011). Liturgi: Pengantar untuk studi dan praksis liturgi. Kanisius.
Rachman, R. (2005). Hari raya liturgi: Sejarah dan pesan pastoral gereja. BPK Gunung Mulia.
Silitonga, O. S., & Pasaribu, A. A. (2025). Natal dalam siklus tahun liturgi: Upaya mengembalikan makna teologis di tengah pergeseran praktik perayaan. Jurnal Diakonia, 5(2), 123–140. https://doi.org/10.55199/jd.v5i2.112
Streza, D. A. (2021). The orthodox liturgical year and its theological structure. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 77(4), Article a6742. https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6742
Sugiyono, F. (2010). Mencintai liturgi. Kanisius.
Wallace, R. K. (2023). Christian year. In B. N. Wolfe et al. (Eds.), St Andrews encyclopaedia of theology. University of St Andrews.
White, J. F. (2002). Pengantar ibadah Kristen. BPK Gunung Mulia.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Silvia Lola Cantika, Tiara, Wulan Darri, Sona, Nabylla Aprilia, Agus Budi Handoko

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










