Konsep Kebahagiaan dalam Islam Perspektif Imam Al-Ghazali
Keywords:
Kebahagiaan, Al-Ghozali, Ma'rifatullah, Tazkiyat Al-NafsAbstract
Kebahagiaan merupakan tujuan fundamental kehidupan manusia, namun dalam masyarakat modern sering kali dimaknai sebagai keberhasilan material dan kepuasan duniawi. Paradigma tersebut berbeda dengan perspektif Islam yang memandang kebahagiaan sebagai kesempurnaan jiwa yang berorientasi pada keridaan Allah. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kebahagiaan (al-sa'ādah) dalam Islam menurut perspektif Imam Al-Ghazali serta relevansinya terhadap kehidupan kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan (library research) dengan pendekatan filosofis dan deskriptif-analitis. Data diperoleh dari karya-karya utama Imam Al-Ghazali, yaitu Ihya' 'Ulum al-Din, Kīmiyā' al-Sa'ādah, dan Mīzān al-'Amal, serta didukung oleh berbagai buku dan artikel jurnal yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi dan mensintesis konsep kebahagiaan dalam pemikiran Al-Ghazali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebahagiaan menurut Al-Ghazali bukan sekadar kenikmatan fisik atau kepuasan material, melainkan kesempurnaan jiwa yang dicapai melalui ma'rifatullah, tazkiyat al-nafs, ilmu yang bermanfaat, akhlak mulia, dan amal saleh. Konsep al-sa'ādah dibangun secara integratif melalui dimensi spiritual, intelektual, moral, dan eskatologis, sehingga kebahagiaan dunia dipandang sebagai sarana menuju kebahagiaan akhirat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep kebahagiaan Al-Ghazali tetap relevan sebagai paradigma dalam membangun kehidupan yang seimbang serta menjadi alternatif konseptual dalam merespons krisis spiritual, materialisme, dan individualisme pada masyarakat modern.
References
Al-Attas, S. M. N. (1995). Prolegomena to the metaphysics of Islam: An exposition of the fundamental elements of the worldview of Islam. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Farabi. (2001). Ara' ahl al-madinah al-fadilah [The opinions of the people of the virtuous city]. Dar al-Mashriq.
Al-Ghazali. (2016). Ihya' 'ulum al-din. Dar al-Kotob al-'Ilmiyyah.
Bowen, G. A. (2009). Document analysis as a qualitative research method. Qualitative Research Journal, 9(2), 27–40. https://doi.org/10.3316/QRJ0902027
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Izutsu, T. (2002). Ethico-religious concepts in the Qur'an. McGill-Queen's University Press.
Koenig, H. G. (2012). Religion, spirituality, and health: The research and clinical implications. ISRN Psychiatry, 2012, Article 278730. https://doi.org/10.5402/2012/278730
Krippendorff, K. (2019). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). Sage Publications.
Nasr, S. H. (2006). Islamic philosophy from its origin to the present: Philosophy in the land of prophecy. State University of New York Press.
Quasem, M. A. (1975). The ethics of Al-Ghazali: A composite ethics in Islam. Caravan Books.
Seligman, M. E. P. (2011). Flourish: A visionary new understanding of happiness and well-being. Free Press.
Soleh, A. K. (2022). Al-Ghazali's concept of happiness in The Alchemy of Happiness. Journal of Islamic Thought and Civilization, 12(2), 196–211.
Syaffutra, B. A., Sudarman, & Zarkasi, A. (2025). Purifying the soul, healing the age: The relevance of Al-Ghazali's concept of happiness in responding to contemporary spiritual crisis. Al-Iftah: Journal of Islamic Studies and Society, 6(1), 55–72.
Zahari, M. M. S. (2026). The concept and methods of attaining happiness (al-Saʿādah) according to Al-Ghazālī. TAFHIM: IKIM Journal of Islam and the Contemporary World, 19(1), 79–102.
Zed, M. (2018). Metode penelitian kepustakaan (3rd ed.). Yayasan Obor Indonesia.










