Strategi Pelaku UMKM Tradisional Dalam Menghadapi Persaingan UMKM Yang Berbasis Aplikasi

Authors

  • Badrul Qomaar Institut Ahmad Dahlan
  • Aprima
  • Arifuddin Jalil
  • Benny Prasetya

Keywords:

UMKM tradisional, transformasi digital, daya saing, aplikasi digital, strategi bisnis.

Abstract

Transformasi digital telah mengubah pola persaingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) secara signifikan. Kehadiran UMKM berbasis aplikasi memberikan kemudahan akses pasar, efisiensi operasional, dan perluasan jangkauan konsumen. Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi UMKM tradisional yang masih mengandalkan sistem pemasaran dan transaksi konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM tradisional dalam menghadapi persaingan dengan UMKM berbasis aplikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa UMKM tradisional dapat meningkatkan daya saing melalui strategi diferensiasi produk, penguatan hubungan dengan pelanggan, adopsi teknologi secara bertahap, pengembangan sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan platform digital. Penelitian ini menegaskan bahwa kombinasi antara nilai-nilai tradisional dan inovasi digital menjadi pendekatan yang relevan dalam menjaga keberlanjutan usaha di era ekonomi digital.

References

Jay Barney. (1991). Firm resources and sustained competitive advantage. *Journal of Management, 17*(1), 99–120.

Philip Kotler, & Kevin Lane Keller. (2016). *Marketing management* (15th ed.). Pearson Education.

Organisation for Economic Co-operation and Development. (2021). *The digital transformation of SMEs*. OECD Publishing.

Michael E. Porter. (1985). *Competitive advantage: Creating and sustaining superior performance*. Free Press.

World Bank. (2022). *Small and medium enterprises in the digital economy*. World Bank.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia. (2023). *Laporan perkembangan UMKM dan transformasi digital di Indonesia*. Jakarta: Kemenkop UKM.

Downloads

Published

2026-05-20