Efektivitas Metode CORE Dalam Pembelajaran Carita Babad di Madrasah Aliyah
Keywords:
cerita babad, kemampuan mendongeng, keterampilan berbicara, metode CORE, pembelajaran Bahasa SundaAbstract
Kemampuan mendongeng merupakan salah satu keterampilan berbicara yang penting dalam pembelajaran Bahasa Sunda karena berperan dalam mengembangkan kemampuan berkomunikasi sekaligus melestarikan budaya lokal. Namun, pembelajaran mendongeng di sekolah masih cenderung berpusat pada guru sehingga kesempatan peserta didik untuk berlatih berbicara secara aktif belum optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas metode Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) terhadap kemampuan mendongeng cerita babad peserta didik kelas X MA Negeri 1 Kota Bandung Tahun Ajaran 2024/2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen murni (true experimental research) dan desain Pretest–Posttest Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas satu kelas eksperimen dan satu kelas kontrol yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data diperoleh melalui tes unjuk kerja mendongeng dan dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, serta Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 80,56, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 60,56, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa metode CORE efektif meningkatkan kemampuan mendongeng cerita babad serta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran Bahasa Sunda yang lebih aktif dan bermakna.
References
Ghoni, D. A., Hardini, T. I., Sunendar, D., Yulianeta, Y., Sudaryat, Y., & Hernawan, H. (2022). Kedwibahasaan dan diglosia dalam pembelajaran Bahasa Sunda di SMA Kota Bandung. Lokabasa, 13(2), 202–215. https://doi.org/10.17509/jlb.v13i2.55719
Haerudin, D., Nurjanah, N., Darajat, D., & Maulana, F. R. (2021). Penggunaan teknik berpidato untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Sunda pada perkuliahan monolog. Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 21(1), 25–36. https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v21i1.36655
Haerudin, D., & Suherman. (2013). Panganteur kaparigelan nyarita. Bandung: JPBD FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.
Hermanudin, H. (2019). Implementasi model pembelajaran CORE dan kendalanya pada materi teks cerita fabel. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 7(1), 25–37.
Hidayat, D. B. (2022). Efektivitas metode mendongeng (storytelling) dalam meningkatkan keterampilan berbicara dan keterampilan membaca siswa (Sebuah studi kasus di SDN 55 Bengkulu Selatan). Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, 1(1), 36–44. https://doi.org/10.33369/kapedas.v1i1.21067
Isnendes, R. (2010). Teori sastra. Bandung: JPBD FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. (2025). Naskah akademik pembelajaran mendalam: Menuju pendidikan bermutu untuk semua. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia.
Nurjanah, N., & Haerudin, D. (2022). Revitalization of regional language education. In Proceedings of the Sixth International Conference on Language, Literature, Culture, and Education (ICOLLITE 2022) (pp. 395–400). Atlantis Press.
Palupi, F. H. (2020). Efektivitas model Connecting, Organizing, Reflecting, and Extending (CORE) dalam pembelajaran menganalisis dan mengonstruksikan teks negosiasi. Jurnal Metaedukasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1), 23–27.
Ramadhani, S., Rohmani, M., Rohmani, R., Sagita, G., & Kembara, M. D. (2025). Peran Bahasa Sunda sebagai simbol identitas budaya di era globalisasi. Widyacarya: Jurnal Pendidikan, Agama dan Budaya, 9(1), 48–55.
Ruhaliah. (2012). Sejarah sastra Sunda. Bandung: JPBD FPBS Universitas Pendidikan Indonesia.
Rukiyah, R. (2018). Dongeng, mendongeng, dan manfaatnya. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 2(1), 99–106.
Saregar, A., dkk. (2021). CORE learning model: Its effectiveness towards students' creative thinking.
Sari, E. P., & Karyati. (2021). Keefektifan model pembelajaran CORE ditinjau dari kemampuan koneksi matematis, representasi matematis, dan kepercayaan diri siswa. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 7(2), 227–240. https://doi.org/10.21831/jrpm.v7i2.35487
Satibi, E. T. (2015). Babad Panjalu (Kajian struktural, semiotik, dan etnopedagogik). Lokabasa, 6(1).
Sendafa, S. P. (2025). Pembelajaran Bahasa Sunda dalam mempertahankan budaya lokal. Jurnal Diskursus Pendidikan Sosiologi.
Srihilmawati, R., & Nurjanah, N. (2023). Transformasi bahasa daerah di era Smart Society 5.0. Syntax Imperatif: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, 4(5), 570–575.
Syofitami, R. A., & Noer, S. H. (2021). The effect of CORE learning model towards students' mathematical communication ability.
Yeyet. (2021). Peningkatan keterampilan berbicara siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dalam pembelajaran Bahasa Sunda.










