Hubungan antara Manajemen Stres dengan Stres Kerja pada Generasi Z
Keywords:
Generasi Z, Manajemen Stres, Stres KerjaAbstract
Stres kerja merupakan permasalahan yang banyak dialami pekerja Generasi Z, terutama akibat meningkatnya tuntutan kerja, tekanan waktu, beban kerja, serta dinamika lingkungan kerja modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dengan stres kerja pada Generasi Z yang bekerja di Kecamatan Tambun Utara, Bekasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel berjumlah 100 responden berusia 18–29 tahun yang merupakan pekerja Generasi Z berdomisili di Kecamatan Tambun Utara, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan Inventory for Assessment of Stress Management Skills (ISBF) untuk mengukur manajemen stres dan Job Stress Scale untuk mengukur stres kerja. Uji hipotesis dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,005 dengan nilai signifikansi 0,962 (p > 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara manajemen stres dengan stres kerja pada Generasi Z. Sebagian besar responden (76%) memiliki kemampuan manajemen stres pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres kerja terbesar berada pada kategori sedang (26%). Temuan ini mengindikasikan bahwa stres kerja pada Generasi Z merupakan kondisi yang kompleks dan kemungkinan dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti beban kerja, tekanan waktu, kontrol kerja, dukungan sosial, dan dukungan organisasi.










