Pengolahan Kulit Bawang Menjadi Pestisida Organik dan Sosialisasi Mikro Organisme Lokal di Desa Bengbulang
Keywords:
kulit bawang, pestisida organik, mikroorganisme lokal, Desa BengbulangAbstract
Limbah kulit bawang merah dan bawang putih dari aktivitas rumah tangga di Desa Bengbulang, Kecamatan Karangpucung, selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan hanya berakhir sebagai sampah organik yang dibuang begitu saja. Padahal, kulit bawang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, kuersetin, dan senyawa sulfur yang berpotensi besar sebagai bahan baku pestisida organik ramah lingkungan. Program kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan memberikan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Bengbulang mengenai pengolahan limbah kulit bawang menjadi pestisida organik serta sosialisasi pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai bioaktivator pupuk organik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang terdiri atas tahap discovery, dream, design, dan destiny, dilaksanakan di Balai Desa Bengbulang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah kulit bawang menjadi pestisida nabati serta memproduksi MOL secara mandiri menggunakan bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh. Peserta juga menunjukkan antusiasme dan komitmen tinggi untuk menerapkan hasil pelatihan pada lahan pertanian masing-masing secara berkelanjutan. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian masyarakat dalam praktik pertanian ramah lingkungan sekaligus mengurangi timbulan sampah organik rumah tangga di Desa Bengbulang.
References
A'yun, A. Q., Ansori, A., Sekaringgalih, R., Rachmah, A. N. L., & Susanti, Y. (2023). Peningkatan Kemampuan Masyarakat melalui Sosialisasi Pembuatan Pupuk Bio Organik dari Nasi Basi. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 7(2), 885–891.
Banu, L. S. (2020). Review: Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Ampas Kelapa sebagai Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Beberapa Tanaman Sayuran. Jurnal Ilmiah Respati, 11(2), 148–155. https://doi.org/10.52643/jir.v11i2.1125
Damanik, D. L., Novianti, S., Ifana, C. A., & Firmansyah, L. (2022). Pestisida Nabati Berbahan Baku Limbah Kulit Bawang Merah (Allium cepa L.) untuk Mengatasi Hama Penting pada Tanaman Asparagus (Asparagus officinalis). Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat, 4(2), 23–30.
Fahmi, I. F., Pujiati, R. S., & Ellyke. (2022). Efektivitas Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) sebagai Repellent Lalat Rumah (Musca domestica). Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 18(4), 251–258. https://doi.org/10.19184/ikesma.v18i4.26185
Hariyanto, H., Rajab, M. A., Arif, M. M., Bustami, B., & Yustendi, D. (2023). Pertanian Terpadu: Sosialisasi Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) kepada Masyarakat Lubok Batee Kabupaten Aceh Besar. BAKTIMAS: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 5(4), 485–491.
Herawati, A., Ofetri, J., Rodiah, Y., Daratha, N., Amri Rosa, M., Habibullah, N., Arfan, M., & Satria Rinaldi, R. (2026). Edukasi dan Sosialisasi Pengolahan Pestisida Organik dari Kulit Bawang di Desa Talang Renah Kabupaten Bengkulu Utara. Tribute: Journal of Community Services, 7(1). https://doi.org/10.33369/tribute.v7i1.48378
Inrianti, Pumoko, P., Paling, S., & Tulak, A. (2019). Pembuatan Mikroorganisme Lokal Bonggol Pisang pada Kelompok Tani Tunas Harapan Distrik Walelagama, Jayawijaya, Papua. Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 5(3), 188–194. https://doi.org/10.29244/agrokreatif.5.3.188-194
Isman, M. B. (2020). Botanical Insecticides in the Twenty-First Century—Fulfilling Their Promise? Annual Review of Entomology, 65, 233–249. https://doi.org/10.1146/annurev-ento-011019-025010
Kurniawan, A. (2018). Produksi MOL (Mikroorganisme Lokal) dengan Pemanfaatan Bahan-Bahan Organik yang Ada di Sekitar. Jurnal Hexagro, 2(2), 1–8.
Lisanty, N., & Junaidi, J. (2021). Produksi Pupuk Organik Cair (POC) dengan Memanfaatkan Mikroorganisme Lokal (MOL) di Desa Jegreg Kabupaten Nganjuk. JATIMAS: Jurnal Pertanian dan Pengabdian Masyarakat, 1(1), 1–10.
Lubis, Z. (2020). Pemanfaatan Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam Pembuatan Kompos. Prosiding Seminar Nasional Hasil Pengabdian, 3(1), 361–374.
Maryanti, E., Putri, M. W. J. P., Simanjuntak, G. O., Cahayani, A., & Hevio, M. M. F. (2024). Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Kulit Bawang Putih sebagai Pestisida Nabati pada Desa Tapak Gedung Kabupaten Kepahiang. Dharma Raflesia: Jurnal Ilmiah Pengembangan dan Penerapan IPTEKS, 22(1), 93–106. https://doi.org/10.33369/dr.v22i1.31597
Mulyati, S. (2020). Efektivitas Pestisida Alami Kulit Bawang Merah terhadap Pengendalian Hama Ulat Tritip (Plutella xylostella) pada Tanaman Sayur Sawi Hijau. Journal of Nursing and Public Health, 8(2), 79–86. https://doi.org/10.37676/jnph.v8i2.1190
Nishfa Layla, F., Yazid Abdillah, I., Yuningsih, Y., & Yusuf, Z. (2021). Pemanfaatan Limbah Nasi Basi Menjadi Pupuk Organik Cair Mikroorganisme Lokal (MOL) dalam Pemberdayaan Masyarakat Desa Padasari. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 3(2), 87–95.
Paridawati, I., Amir, N., Lensari, D., Palmasari, B., Astuti, D. T., & Alamsyah, F. H. Z. (2026). Edukasi Pemanfaatan Tanaman Serai sebagai Biopestisida untuk Pengendalian OPT di Desa Tanjung Dayang Selatan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat, 9(3), 754–758. https://doi.org/10.29303/jppm.v9i3.12432
Sekaringgalih, R., Rachmah, A. N. L., Susanti, Y., A'yun, A. Q., & Ansori, A. (2023). Edukasi Pembuatan Pestisida Nabati dari Kulit Bawang Merah di Desa Bagorejo Kabupaten Banyuwangi. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 8(2), 318–327. https://doi.org/10.30653/jppm.v8i2.335
Sumargono, S., Tarkono, T., & Perdana, Y. (2022). Pestisida Organik sebagai Alternatif Pestisida Kimia melalui Pemanfaatan Limbah Kulit Bawang Merah dan Bawang Putih. BUGUH: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 2(2), 110–118.










